This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 06 November 2017

Manchester City Unggul 8 Poin dari MU, Mourinho Panik


Liputan6.com, Manchester - Manchester United (MU) pulang dengan tangan hampa usai bertandang ke Stamford Bridge, Minggu (5/11/2017) malam WIB. Klub berjuluk Setan Merah itu kalah 0-1 dari tuan rumah Chelsea pada pekan ke-11 Liga Inggris.
Gol Chelsea ke gawang MU tercipta pada menit ke-55. Umpan silang Azpilicueta yang ditanduk Alvaro Morata masuk ke pojok kiri atas gawang tanpa bisa diantisipasi kiper David De Gea.
Kekalahan ini tidak mengubah posisi MU di peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris. Namun, Marcus Rashford dan kawan-kawan kini tertinggal delapan angka dari Manchester City.
Kini, Manchester City mengoleksi 31 poin. Banyaknya selisih poin dengan rival sekota mulai dikhawatirkan Manajer MU Jose Mourinho.
"Kami khawatir, tetapi ada 18 tim yang lebih khawatir dari kami karena kami yang kedua," tutur Mourinho kepada wartawan seperti dilansir Sports Mole, Senin (6/11/2017).
Mourinho wajar khawatir lantaran Liga Inggris berbeda dengan kompetisi lainnya. Kendati demikian, dia optimistis MU dapat memangkas selisih poin itu.
"Delapan poin di Liga Primer tidak sama di Portugal, La Liga, atau Bundesliga. Ya, itu delapan poin, tetapi masih banyak pertandingan," imbuhnya.
MU mengawali Liga Inggris musim 2017-2018 dengan bagus. Mereka mencatat tiga kemenangan beruntun sebelum diimbangi Stoke City 2-2 pada 9 September lalu.
Setelah itu, MU kembali memenangkan tiga laga beruntun. Usai jeda internasional, Anthony Martial dan kawan-kawan hanya bermain imbang 0-0 kontra Liverpool. Setan Merah kemudian kalah 1-2 dari tim promosi Huddersfield Town, 21 Oktober lalu.
Sempat bangkit dengan mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0, MU lalu menelan kekalahan kedua saat bertemu Chelsea pada akhir pekan kemarin.
Mourinho berharap timnya bisa bangkit pada putaran kedua. Apalagi, sejumlah pemain yang cedera diperkirakan segera pulih.
"Saya harap, rasakan, pikirkan, dan semoga di periode yang ketat dan Tahun Baru, kita akan mempunyai kekuatan maksimal dengan Paul Pogba, [Zlatan] Ibrahimovic, dan Marcos Rojo kembali," ucap Mourinho.

Absennya Pay Pogba karena cedera sangat berdampak besar terhadap permainan MU. Tanpa gelandang asal Prancis tersebut, serangan MU menurun drastis.
Sky Sport melansir, pada musim ini, MU mampu menciptakan 14,8 persen peluang di setiap laga bersama Pogba. Tapi, Pogba cedera, MU hanya mampu menciptakan 7 persen peluang.
Selain itu, perubahan drastis juga terdapat dalam hal menciptakan peluang emas dan mencetak gol. Saat Pogba bermain, MU rata-rata mencetak peluang emas dan menorehkan gol 3 persen per pertandingan.
Kini, tanpa Pogba, MU hanya mampu mencetak rata-rata peluang emas dan gol sebesar 1,6 persen per pertandingan. Hal ini membuktikan, Pogba mampu menciptakan peluang lebih banyak daripada pemain Setan Merah lainnya.


Ronaldo Tak Tertarik Tambah Durasi Kontrak bersama Real Madrid


KOMPAS.com - Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kontraknya bersama tim beralias Los Blancos. Mantan winger Manchester United ini mengaku tak perlu memperbarui kontrak di Santiago Bernabeu.
Sempat beredar rumor bahwa Ronaldo menuntut pembaruan masa bakti kepada manajemen Real Madrid. Dia menginginkan kenaikan gaji guna menyamai Neymar, yang menerima 36,8 juta euro (setara Rp 577,5 miliar) per musim dari Paris Saint-Germain (PSG).
Alih-alih membenarkan, Ronaldo justru mengaku tak tertarik menambah durasi kontrak.
"Saya memiliki empat tahun tersisa di kontrak sebelumnya dan tidak membutuhkan pembaruan. Saya merasa baik-baik saja," ucap Ronaldo seperti dilansir BolaSport.com dari beIN Sports.
Ronaldo sendiri baru meneken kesepakatan terakhir pada 6 November 2016. Cuma, dalam masa bakti belakangan, Ronaldo malah tampil melempem.
Bintang asal Portugal itu cuma mencetak satu gol dan dua assist dari tujuh pertandingan Liga Spanyol musim ini. Bukan mustahil, faktor tersebut membuat manajemen ragu untuk membarui kontrak atau bahkan melego sang bintang ke klub tajir lainnya.
sumber : www.bola.compas.com

Liga 2: 38 Klub Degradasi, Klub Jatim dan Jateng Terbanyak

 
Bola.com, Solo - Sebanyak 38 klub dipastikan terdegradasi ke Liga 3 musim depan setelah gagal bersaing di kompetisi Liga 2 2017. Mayoritas klub sudah terlempar sejak babak penyisihan dan sisanya gagal berbuat banyak dalam menjalani fase play-off di Solo, Madiun, Malang, dan Sidoarjo.
Nasib tragis dialami Jawa Timur yang harus rela 12 klub turun kasta. Jumlah tersebut terbanyak dibanding wilayah-wilayah lain yang turut kehilangan kontestan di Liga 2. Peratu Tuban, Persinga Ngawi, Madiun Putra, PSBI Blitar, Perssu Real Madura, Persida Sidoarjo, dan Persekap Pasuruan gagal bersaing di gase grup.
Kemudian berlanjut saat Persewangi Banyuwangi harus tersisih lantaran tumbang di babak play-off khusus melawan PSBK Blitar. Laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, itu tidak berlanjut lantaran terjadi kericuhan dan baku hantam antarpemain.
Namun, PSBK yang mendapat tiket play-off juga tak bisa berbuat banyak karena gagal bersaing dengan PSIM Yogyakarta yang memastikan bertahan. Kegagalan PSBK diikuti Persik Kediri, Persepam Madura, dan Persekam Metro FC. Bagi Persik, hasil itu cukup tragis mengingat tim Macan Putih adalah dua kali jawara Divisi Utama dan pernah berlaga di Liga Champions Asia.
''Kami dan juga seluruh pemain sudah berjuang keras, tetapi itulah sepak bola. Mudah-mudahan masih ada kebijakan musim ini tidak ada degradasi,'' kata asisten pelatih Persepam, Suhemi.
Jatim tak sendirian menjadi wilayah yang harus kehilangan banyak tim di Liga 2. Jawa Tengah turut menyumbang delapan klub yang gagal bertahan di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia. Mereka PSCS Cilacap, Persip Pekalongan, Persibas Banyumas, Persijap Jepara, Persibangga Purbalingga, Persipur Purwodadi, Sragen United, dan PPSM Magelang.
Sama seperti Persik, nasib PSCS juga demikian tragis mengingat skuat Laskar Nusakambangan adalah juara Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016. Namun mereka gagal bersaing dengan PSS Sleman dan Persibat Batang di fase grup, serta tumbang di babak play-off yang berlangsung di Malang.
''Secara permainan kami pantas untuk bertahan di Liga 2. Namun, beberapa kali kami dirugikan dengan keputusan-keputusan wasit di tiga pertandingan play-off,'' kata pelatih PSCS, Jaya Hartono.
Pulau Sumatera kehilangan enam kontestan di Liga 2 mulai PS Bangka, Persih Tembilangan, Lampung FC, PS Bengkulu, 757 Kepri Jaya, dan PSBL Lampung. Sementara itu Jawa Barat kehilangan tiga klub, Persikad Depok, Persikabo Baogor, dan PSGC Ciamis. Serta dari Indonesia Timur, mulai Celebest FC, PS Badung, PS Sumbawa Barat, Perseka Kaimana, Yahukimo FC, Persigubin Gunung Bintang, dan Persbul Buol, juga terdegradasi.
sumber : www.bola.com

Rabu, 01 November 2017

ORDE BARU

Perkembangan Pers Masa Orde Baru



 . Dunia pers yang seharusnya bersuka cita menyambut kebebasan pada masa orde baru, malah sebaliknya. Pers mendapat berbagai tekanan dari pemerintah. Tidak ada kebebasan dalam menerbitkan berita-berita miring seputar pemerintah. Bila ada maka media massa tersebut akan mendapatkan peringatan keras dari pemerintah yang tentunya akan mengancam penerbitannya.

Pada masa orde baru, segala penerbitan di media massa berada dalam pengawasan pemerintah yaitu melalui departemen penerangan. Bila ingin tetap hidup, maka media massa tersebut harus memberitakan hal-hal yang baik tentang pemerintahan orde baru. Pers seakan-akan dijadikan alat pemerintah untuk mempertahankan kekuasaannya, sehingga pers tidak menjalankan fungsi yang sesungguhnya yaitu sebagai pendukung dan pembela masyarakat.


“Pada masa orde baru pers Indonesia disebut sebagai pers pancasila. Cirinya adalah bebas dan
bertanggungjawab .Namun pada kenyataannya tidak ada kebebasan sama
sekali, bahkan yang ada malah pembredelan.

Tanggal 21 Juni 1994, beberapa media massa seperti Tempo, deTIK, dan editor dicabut surat izin penerbitannya atau dengan kata lain dibredel setelah mereka mengeluarkan laporan investigasi tentang berbagai masalah penyelewengan oleh pejabat-pejabat Negara. Pembredelan itu diumumkan langsung oleh Harmoko selaku menteri penerangan pada saat itu. Meskipun pada saat itu pers benar-benar diawasi secara ketat oleh pemerintah, namun ternyata banyak media massa yang menentang politik serta kebijakan-kebijakan pemerintah. Dan perlawanan itu ternyata belum berakhir. Tempo misalnya, berusaha bangkit setelah pembredelan bersama para pendukungnya yang
antu rezim Soeharto.
Pers dalam masa orde baru seakan-akan kehilangan jati dirinya sebagai media yang bebas
berpendapat dan menyampaikan informasi. Meskipun orde baru telah menjanjikan keterbukaan dan
kebebasan di awal pemerintahannya, namun pada kenyataannya dunia pers malah terbelenggu dan
mendapat tekanan dari segala aspek. Pers pun tidak mau hanya diam dan terus mengikuti permainan
politik Orde baru. Sehingga banyak media massa yang memberontak melalui tulisan-tulisan yang
mengkritik pemerintah, bahkan banyak pula yang membeberkan keburukan pemerintah. Itulah
sebabnya pada tahun 1994 banyak media yang dibredel, seperti Tempo, deTIK, dan Monitor.
Namun majalah Tempo adalah satu-satunya yang berjuang dan terus melawan pemerintah orde baru
melalui tulisan-tulisannya hingga sampai akhirnya bisa kembali terbit setelah jatuhnya Orde baru.
Pemerintah memang memegang kendali dalam semua aspek pada saat, terutama dalam dunia pers.
Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel

Pada masa Orde Baru, pers sedemikian kukuhnya memperjuangkan kebebasan yang akhirnya ia berhadap-hadapan dengan rezim yang otoriter. Tetapi, dengan kontrasnya suasana ketika rezim orde baru membuat seolah-olah pers menjadi sebuah boneka dari pemerintah yang berkuasa pada rezim tersebut. Dalam hal ini latar belakang pers sebagai suatu lembaga sosial yang mempunyai kekuatan dalam sistem politik dan bahwa pers selama orde baru senantiasa dibatasi ruang geraknya oleh pemerintah, dengan kata lain dilakukannya kontrol yang ketat oleh pemerintah terhadap pers, namun dalam situasi dan kondisi seperti itu pers tetap mampu berperan dalam mewujudkan demokrasi di Indonesia.